Review Film Joker Tanpa Spoiler, Kehidupan Tragis Si Badut Asal Gotham

Sekarang kita akan membahas satu film yang sangat besar sekali judulnya Joker, tapi jangan kuatir karena ini adalah review tanpa spoiler. Sebagai info kalau kalian sudah biasa menonton film superhero yang banyak menggunakan animasi CGI, jangan harap film Joker yang sekarang seperti itu. Sang sutradara Todd Philips benar-benar berhasil mengubah paradigma tentang sosok karakter film yang satu ini Joker, memang di beberapa konten sebelumnya kita sudah jelaskan bahwa Joker versi Joaquin Phoenix ini adalah Joker yang lain dan belum menjadi musuh Batman bahkan di sini dia adalah pahlawan bagi Gotham.

Orang gila yang mungkin dia tidak gila

Sumber Gambar: comicbook.com

Terima kasih Joaquin Phoenix yang memerankan Arthur Fleck sebagai Joker. Arthur adalah seorang penderita gangguan saraf motorik dalam otaknya di mana dia seringkali tertawa tidak pada momen yang tepat sama seperti yang terlihat dalam trailer adalah penderita gangguan tawa patologis yang benar-benar dimainkan dengan sangat sempurna oleh Joaquin Phoenix. Sepanjang film ini kita dibuat terpukau melihat totalitas aktor yang digadang-gadang akan mendapatkan Oscar tahun ini lewat film Joker di mana dia sangat mendalami dan menjiwai peran nya melalui tawa yang bahkan tidak jarang sebenarnya berujung kepada tangisan dan tawa itu masih terus terngiang di telinga kita selepas kita nonton filmnya.

 Berbeda dari film-film superhero lainnya

 

Sumber Gambar: comicbook.com

Untuk kalian para penggemar film bergenre superhero, jangan pernah berharap kalian akan melihat aksi perkelahian khas superhero yang memukau berkat bantuan animasi CGI dalam film ini. Film ini sangat jauh dari hal-hal tersebut sebagai gantinya kalian akan dibuat terkejut dan terperangah ketika Joker melakukan aksinya. Alur cerita dalam film ini memang disajikan dengan sangat pelan namun sangat rapi, pembentukan karakter Joker di sini adalah salah satu poin yang paling sempurna. Melalui pengambilan gambar yang begitu memiliki cerita dan membuat kita sesekali menimbang apalagi yang ada di adegan selanjutnya. Dan ini menjadi poin yang akhirnya kita pahami setelahnya kenapa film ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat peraih gelar Best Picture Oscar.

Berlatar belakang di kota Gotham yang prihatin

Sumber Gambar: gamespot.com

Setting tempat yang dikisahkan berada pada awal tahun 1980 an memperlihatkan kota ini benar-benar sebagai kota yang memprihatinkan vandalisme di mana-mana sampah-sampah berserakan dan menjadi pemandangan keseharian warga kota ini yang justru tidak mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah. Bukan cuman itu kenakalan remaja sampai kriminal pun juga bisa terlihat jelas tidak terkendali di film ini sejak Heath Ledger sebagai Joker dalam film The Dark Night karya Christopher Nolan, di mana kita dibuat kagum dengan pendalaman karakternya yang bahkan kabarnya sampai tidak bisa lepas dari kehidupan pribadi keseharian Heath Ledger. Kini kekaguman serupa pun kita rasakan kembali dalam sosok karakter yang satu ini hanya saja dalam film Joker ini sangat berbeda. Kalau Heath Ledger berhasil memainkan Joker dengan sejumlah terornya terhadap kota Gotham yang sangat kritis dan brutal, namun untuk karakter Arthur Fleck ini sangat jauh dari tebaran teror, di balik karakter Joker nya praktis mungkin hanya kita penonton yang merasa terteror sendiri ketika tahu perubahan karakter yang dialami oleh Arthur Fleck.

Sumber Gambar: gamespot.com

Film yang memiliki rating R (Restricted)

Sumber Gambar: gamespot.com

Sebuah kenyataan yang ternyata kita tidak pernah menyangka nya dengan rating R yang dimiliki oleh film ini kalian memang akan menyaksikan pemandangan yang tidak mengenakkan ketika Joker melakukan aksinya tapi yang membuat pribadi salut adalah dia tidak perlu menjadi brutal untuk kelihatan menyeramkan. Berbeda dengan karakter-karakter kejam yang pernah kita tonton di mana mereka memang melakukan aksinya secara brutal dan sadis. Tapi untuk Joker versi Joaquin Phoenix kita malah benar-benar menikmati ceritanya dengan aksinya yang memang membuat kita terkejut tapi malah membuat para penonton seperti mewajarkan apa yang dilakukannya.

Sumber Gambar: cbr.com

Desain paling akhir pun kita masih dibuat bertanya-tanya apakah Joker melakukannya lagi pemilihan lagu dan backsound. Dalam film Joker ini pun juga benar-benar tidak biasa di mana kalian akan mendengarkan karya musik etnik era 80-an yang sulit untuk kalian generasi milenial setelah menonton film ini pasti akan mencari tahu lagu yang terputar dalam film ini untuk dinikmati.

Film yang menginspirasi tindakan kriminal?

Sumber Gambar: gamespot.com

Ada satu kekhawatiran sama seperti film The Dark Knight yang malah menginspirasi sebuah tindakan kriminal di dunia nyata. Ketika malam perilisan The Dark Knight Rises ada suatu tindakan seseorang membabi buta menembakan ke warga sipil. Semoga film Joker ini tidak bernasib seperti itu mengingat cerita yang disajikan seolah-olah membuat kita benar-benar menyadari bahwa sebenarnya ada banyak orang di luar sana yang mungkin mengalami nasib yang serupa dengan Arthur atau bahkan lebih parah kelamnya kehidupan yang dia jalani akhirnya merubah dirinya menjadi kejam.

Jadi gimana sobat Teknisia, tertarik untuk menontonnya atau kalian yang sudah menonton bisa komentar mengenai film Joker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *